Monday, August 17, 2020

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar oleh - layananklinik24.site

Halo sahabat selamat datang di website layananklinik24.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dari banyaknya urutan penggunaan skincare, salah satu yang mungkin paling membingungkan adalah menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer atau sunscreen terlebih dulu. Kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda, dan urutan yang keliru dapat memengaruhi keampuhannya.

Lantas, mana yang sebaiknya Anda gunakan lebih dahulu?

Ketahui dahulu fungsi moisturizer dan sunscreen

moisturizer dulu atau sunscreen

Meski kulit wajah menyerap keduanya dengan cara yang sama, moisturizer dan sunscreen memiliki efek yang berbeda terhadap kulit. Guna menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer dulu atau sunscreen, coba kenali fungsinya berikut ini:

1. Fungsi moisturizer

Moisturizer berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki teksturnya. Produk ini biasanya mengandung humektan seperti gliserin, asam laktat, atau urea. Humektan adalah bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit sehingga kulit wajah tetap lembap.

Kebanyakan moisturizer juga mengandung emolien berupa minyak nabati dan lanolin yang mampu melembutkan kulit. Kombinasi humektan dan emolien tidak hanya membuat wajah terasa lembap, tapi juga halus dan kenyal dengan tekstur yang merata.

2. Fungsi sunscreen

Bila Anda bingung perlu memakai moisturizer dulu atau sunscreen, hal ini mungkin bisa menjadi petunjuknya. Melansir Skin Cancer Foundation, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan kanker.

Saat membeli sunscreen, pilihlah sunscreen dengan SPF 30 atau 50 untuk memperoleh perlindungan maksimal. Sunscreen sebaiknya digunakan kembali setiap 2 jam, terutama setelah Anda berkeringat, berenang, atau mencuci muka.

Jadi, sebaiknya memakai moisturizer dulu atau sunscreen?

pakai sunscreen di rumah

Urutan penggunaan skincare memang membingungkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, Dr. Melda Isaac, dokter spesialis kulit di Washington D.C., Amerika Serikat, menyarankan Anda untuk mengikuti satu urutan sederhana.

Urutan tersebut yakni membersihkan, mengobati, melembapkan, dan melindungi. Jadi, setelah Anda menggunakan sabun muka, toner, dan serum, langkah selanjutnya adalah melembapkan kulit wajah dengan moisturizer.

Ketika Anda bingung harus menggunakan moisturizer dulu atau sunscreen, ingatlah bahwa sunscreen adalah pelindung kulit. Mengacu urutan yang disarankan Dr. Isaac, sunscreen digunakan pada tahap terakhir dalam rutinitas skincare.

Perhatikan jenis sunscreen yang Anda gunakan. Bila Anda memakai sunscreen losion atau krim, tunggu hingga moisturizer menyerap seutuhnya ke dalam kulit. Mencampur keduanya malah akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam menangkal sinar UV.

Sunscreen krim dan losion biasanya juga mengandung zinc oksida dan titanium oksida yang mengeringkan kulit. Jika Anda memakai moisturizer lebih dulu, kulit akan menjadi lebih lembap sehingga tidak terbentuk butir-butir yang menggumpal.

Kuncinya adalah menggunakan produk dengan tepat

Moisturizer sebelum sunscreen adalah urutan yang paling disarankan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Kuncinya adalah menggunakan produk dalam jumlah dan cara yang tepat. Moisturizer ataupun sunscreen terlebih dulu, yang terpenting Anda mengoleskannya secara merata dan menunggunya terserap sebelum disusul dengan produk skincare lain.

Itulah tadi informasi mengenai Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar dan sekianlah artikel dari kami layananklinik24.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, August 12, 2020

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis oleh - layananklinik24.site

Halo sahabat selamat datang di website layananklinik24.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Wajar jika Anda khawatir saat menemukan kutil atau benjolan di penis yang Anda yakin sebelumnya tidak pernah ada. Penting untuk diingat bahwa kulit penis sebenarnya tampak bergelombang dan berbukit, sehingga mungkin Anda hanya menggambarkan kondisi penis normal.  Berikut penjelasan mengenai penyebab dan kondisi yang perlu diwaspadai jika Anda mengalami benjolan pada penis.

Berbagai kemungkinan penyebab benjolan pada penis

Jika Anda belum pernah berhubungan seks, satu-dua benjolan putih yang tampak pada batang penis.

Hal ini mungkin adalah jerawat biasa, rambut yang tumbuh ke dalam, atau kista jinak sebagai hasil iritasi dari mencukur, kulit yang bergesekan dengan kain pakaian, atau reaksi alergi. Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menular, tidak perlu Anda khawatirkan.

Permukaan kulit penis yang sedikit menonjol bisa menandakan hirsutis corona glandis alias papula penis mutiara (pearly penile papules/PPP), sering tampak sebagai bintik "mutiara" kecil atau tonjolan mirip kubah sewarna daging yang terbentuk di sekitar lingkaran kepala penis.

Sementara itu, jika tonjolan-tonjolan kecil ini berwarna putih kekuningan (tanda hadirnya folikel rambut), benjolan di penis seperti ini seringnya menandakan Fordyce spots. Fordyce spots dan PPP adalah satu lagi kondisi kulit penis yang normal dan tidak berbahaya, sering ditemukan pada mayoritas pria dewasa.

Jika Anda baru saja berhubungan seks atau masturbasi, Anda mungkin memperhatikan adanya benjolan pada organ intim Anda. Pembengkakan keras pada batang penis setelah aktivitas seksual disebut dengan lymphocele.

Benjolan ini terjadi saat saluran getah bening pada penis terblokir untuk sementara waktu. Pembengkakan ini akan segera mengempis dan tidak menimbulkan masalah permanen.

Penyebab yang lebih serius

Meski umumnya benjolan pada penis tidak berbahaya, namun ada pula penyebab yang lebih serius. Benjolan di penis mungkin menjadi tanda herpes tipe 2 yaitu penyakit seks menular paling umum yang menghasilkan benjolan kemerahan menyakitkan pada penis atau kulit di area genital, dan dapat memiliki penampilan berkerak.

Selain itu, HPV (human papillomavirus) atau kutil kelamin juga bisa muncul sebagai benjolan di penis (menyembul atau datar), berwarna putih atau mirip daging, dan biasanya tidak gatal atau diikuti sensasi panas.

Benjolan di penis juga bisa sebagai akibat dari virus moluskum kontagiosum, satu keluarga dengan virus cacar, dan muncul sebagai tonjolan bermata putih yang berkelompok.

Penyakit seks menular mungkin saja tidak menimbulkan benjolan pada organ intim Anda. Namun, infeksi ini berisiko bagi kesehatan (dan pasangan) jika tidak segera diobati.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di penis?

Jerawat, kista, rambut yang tumbuh ke dalam, dan papula tidak akan menimbulkan bahaya. Meski demikian, hindari  memencetnya karena dapat menimbulkan infeksi kulit dan meninggalkan bekas luka.

Anda dapat membersihkan kulit penis yang bermasalah dengan air hangat dan sabun lembut.

Namun, hindari menggosok kulit dengan keras. Pasalnya, kulit di area genital sangat sensitif dan menggosok kencang dapat menyebabkan masalah seperti ruam atau iritasi.

Hal yang pasti, Anda kini bisa duduk tenang menghela napas dan menyingkirkan ketakutan akan benjolan pada penis sebagai kemungkinan kanker.

Kanker penis adalah salah satu jenis kanker kelamin yang paling jarang ditemukan. Jadi kecil kemungkinannya benjolan pada penis Anda menandakan gejala kanker.

Jika Anda khawatir tentang kutil dan benjolan di penis Anda, konsultasikan ke dokter atau klinik kesehatan reproduksi. Jangan merasa takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan atau pengobatan.

Itulah tadi informasi mengenai Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis dan sekianlah artikel dari kami layananklinik24.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, August 6, 2020

Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layananklinik24.site

Halo sahabat selamat datang di website layananklinik24.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layananklinik24.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mencegah infeksi saluran kemih atau ISK tentu dapat dilakukan dengan cara mudah dan murah dibandingkan harus mengobatinya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Beberapa makanan, seperti buah cranberry, juga dapat membantu Anda untuk menghindari dampak lanjut yang lebih buruk dari ISK.

Cara mudah mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa Anda sadari dapat meningkatkan risiko ISK seperti sering menahan buang air kecil dapat memperbesar kemungkinan perkembangan bakteri penyebab ISK. Selain itu, membersihkan organ intim asal-asalan juga berperan dalam penyebaran bakteri sehingga berdampak pada ISK.

Bila tidak ingin infeksi saluran kencing terjadi, beberapa cara berikut dapat membantu Anda untuk mencegah infeksi saluran kemih.

1. Minum banyak air putih

Selain menghindarkan Anda dari dehidrasi, minum 8 gelas air putih setiap hari juga menjadi salah satu cara mudah untuk mencegah perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Minum banyak air akan “membilas” saluran kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine. Dengan begitu, peluang bakteri untuk menempel dan berkembang biak pada dinding saluran kemih akan lebih kecil dan Anda terhindar dari ISK.

Minum air putih juga baik untuk Anda yang sering terkena ISK berulang kali. Hal ini dikatakan oleh peneliti University of Miami Miller School of Medicine, Dr. Thomas M. Hooton, bahwa memenuhi kebutuhan cairan akan menghindari Anda dari risiko infeksi saluran kemih yang kambuh lagi.

2. Tidak menahan buang air kecil

merinding saat buang air kecil

Menahan buang air kecil memang menjadi salah satu penyebab Anda mengalami ISK. Itu sebabnya, tidak menunda waktu buang air kecil merupakan cara mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Kebiasaan menunda buang air kecil akan membuat bakteri lebih tertahan lebih lama bersama urine di kandung kemih. Penumpukan ini memungkinkan bakteri berkembang dan menginfeksi saluran kemih.

Nah, buang air kecil berfungsi untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri dan dapat mengurangi risiko infeksi. Buang air kecil juga sekaligus membuang limbah hasil metabolisme tubuh yang tidak dibutuhkan.

3. Buang air kecil sebelum dan sesudah seks

Berhubungan seks bisa menjadi salah satu awal mula terjadinya infeksi saluran kemih. Saat penetrasi, penis atau jari dapat mendorong bakteri dari luar vagina untuk masuk ke dalam uretra lalu menjalar ke kandung kemih.

Dengan alasan inilah Anda terutama wanita sangat dianjurkan untuk buang air kecil sebelum dan sesudah bercinta untuk mencegah adanya infeksi pada saluran kemih. Tanpa buang air kecil, bakteri yang baru masuk akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Hindari juga menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom yang mengandung spermisida. Spermisida adalah zat yang berfungsi untuk membunuh sel sperma. Apermisida memberi dampak pada pH vagina yang akan meningkatkan risiko penyakit.

Jika Anda mengalami masalah seperti vagina yang kering, Anda bisa menggunakan lubrikan yang berbahan dasar air. Sebelumnya, konsultasikan dahulu ke dokter mengenai alat kontrasepsi yang aman dan cocok.

4. Membersihkan anus dan area genital dengan tepat

bakteri vagina cegah hiv

Selama ini, apakah Anda sudah membersihkan anus setelah BAB dengan tepat? Seperti diketahui, penyebab ISK adalah menyebarnya bakteri E. coli dari anus ke saluran kemih uretra.

Itu sebabnya, cara membilasnya perlu Anda perhatikan dengan benar. Bilaslah anus dengan arah dari depan ke belakang sebagai cara mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini untuk mencegah bakteri E. coli pindah dan masuk ke uretra.

Tidak hanya setelah buang air besar, Anda perlu membersihkan area genital usai melakukan hubungan intim. Gunakanlah air hangat untuk membersihkan vagina. Anda juga bisa memakai sabun, asalkan tidak mengandung wewangian. Cara ini bisa menghindari terjadinya peradangan akibat infeksi pada uretra.

5. Senantiasa menjaga kebersihan area kemaluan

Selain membilas area genital dengan tepat, Anda juga harus menjaga kebersihan area genital demi mencegah infeksi saluran kemih, terutama bagi wanita. Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita karena uretra yang lebih pendek dibandingkan pria membuat bakteri lebih cepat masuk.

Ketika menstruasi, gantilah pembalut atau tampon setiap 4-6 jam sekali agar tidak menimbulkan bau dan infeksi dari bakteri. Selain itu, hindari juga pemakaian sabun kewanitaan karena produk ini malah akan membuat pH vagina tidak seimbang sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan ragi (jamur).

Anda juga sebaiknya tidak melakukan douching, sebuah teknik membersihkan bagian dalam vagina dengan menyemprotkan cairan pembersih. Cara membersihkan seperti ini bisa membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi.

6. Konsumsi suplemen cranberry

cranberry mencegah infeksi saluran kemih

Ekstrak cranberry juga dapat membantu Anda mencegah infeksi saluran kemih dengan lebih optimal. Dalam sebuah penelitian, buah cranberry terbukti mampu mencegah ISK. Kandungan senyawa polifenol unik yaitu Proanthocyanidins tipe A diketahui dapat melawan bakteri E. coli penyebab ISK.

Senyawa tersebut dapat secara efektif menghalangi bakteri menempel pada jaringan saluran kemih. Antioksidan dalam buah cranberry juga dapat mencegah peradangan akibat infeksi.

7. Pakai celana dalam yang menyerap keringat

Opsi celana dalam juga memegang peran penting dalam mencegah infeksi saluran kemih. Pilihlah celana dalam berbahan katun untuk memberikan ruang sirkulasi udara pada area organ intim.

Pemakaian celana dalam yang berbahan kain sintetis cenderung membuat area organ intim lembap sehingga memudahkan bakteri berkembang yang berpotensi menginfeksi saluran kemih.

Selain itu, jika celana dalam yang dipakai sudah terasa sempit atau ketat, segera ganti dengan yang lebih longgar. Celana dalam terlalu ketat akan menimbulkan kondisi vagina dan pantat yang lembab. Kelembaban inilah yang nantinya menjadi tempat ideal jamur dan bakteri untuk berkembang biak lalu memicu iritasi.

Bisakah mencegah infeksi saluran kemih dengan suntik vaksin?

vaksin pneumonia

Seperti penyakit infeksi pada umumnya, penderita penyakit infeksi saluran kemih harus menjalani pengobatan dengan minum antibiotik. Sayangnya, ada beberapa bakteri penyebab ISK yang telah resisten (kebal) sehingga tak bisa diatasi dengan antibiotik.

Maka dari itu, hal yang lebih ditekankan adalah melakukan segala pencegahan agar tidak terkena penyakit. Selain menerapkan kebiasaan sehat dan bersih, vaksin disebut-sebut dapat menjadi salah satu cara mencegah infeksi saluran kemih.

Vaksin sendiri telah lama digunakan sebagai langkah memberi perlindungan tambahan untuk tubuh dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Sequioa Sciences, sebuah perusahaan farmasi yang bergelut dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan pun melakukan penelitian khusus untuk persoalan ini.

Ditemukanlah vaksin FIMCH, sebuah vaksin antigen spesifik yang terbuat dari protein adhesi batkeri FimH. Vaksin ini diharapkan dapat membunuh bakteri E. coli penyebab utama ISK pada saluran kemih.

Uji klinis dilakukan pada 67 wanita dengan 30 orang di antaranya memiliki riwayat ISK berulang. Meski kebanyakan menunjukkan respons positif, sayangnya efektivitas vaksin ini belum bisa ditetapkan dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Vaksin tersebut belum tersedia secara komersial. Itu artinya sampai saat ini Anda harus melakukan melakukan gaya hidup sehat sendiri untuk menjaga kebersihan harian area genital Anda.

Itulah tadi informasi mengenai Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - layananklinik24.site dan sekianlah artikel dari kami layananklinik24.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

© 2017 LayananKlinik24.site - Memberikan Informasi Seputar Kesehatan. All rights resevered. Powered By Blogger